Senin, 29 Februari 2016

Amir Hakim
G64140009
Departemen Ilmu Komputer (www.cs.ipb.ac.id)
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (www.fmipa.ipb.ac.id)

                                Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)                          
Department of Family and Consumer Sciences, (www.ikk.fema.ipb.ac.id)
College of Human Ecology (www.fema.ipb.ac.id)
Bogor Agricultural University IPB (www.ipb.ac.id)
Dosen :
Prof Dr Ir UJANG  SUMARWAN, MSc (www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, www.Ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.idsumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr Ir Lilik Noor Yuliati, MFSA
Dr.Ir.Megawati Simanjuntak, MS
Ir. MD Djamaluddin, MSc
Ir. Retnaningsih, MS
Text Book:
Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.
perilkon
Buku Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran karya Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Catatan Kuliah Pertama
Kamis, 11 Februari 2016
Pukul 13.00 – 15.30
RK. IKK 1-1
Pertemuan 1 : Pendahuluan


Kamis11 Februari 2016 merupakan hari pertama kuliah perilaku konsumen pada semester genap ini. Kuliah yang ditemani dengan derasnya hujan ini diawali dengan perkenalan dari bapak Prof. Dr. Ir Ujang Sumarwan, MSc atau dikenal dengan nama akrabnya yaitu Prof USA. Beliau membuka mata kuliah ini dengan memperkenalkan profil diri dan profil para pengajar lainnya yang nantinya akan ikut mengisi mata kuliah Perilaku Konsumen ini serta buku panduan yang dianjurkan untuk dipergunakan dalam mata kuliah ini. Kemudian beliau memberikan sebuah pertanyaan mengenai kata kerja apa yang berkaitan dengan “Perilaku Konsumen”. Mahasiswa yang berada di dalam kelas itu pun mempunyai jawaban yang berbeda dari pertanyaan yang diajukan oleh beliau. Ada yang menjawab menawarkan, menggunakan, mengevaluasi, konsumsi, pemasaran, kepuasan, dan lain-lain. Kemudian Beliau menjelaskan pengertian/definisi yang benar dari Perilaku Konsumen itu sendiri.
Menurut Schiffman dan Kanuk (2010), Perilaku konsumen diartikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka. Sedangkan menurut Engel, Blackwell, dan Miniard (1995) mendefinisikan Perilaku Konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk barang dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini. Kemudian Prof USA memberikan penjelasan kembali kepada mahasiswa untuk mempermudah dalam pemahaman terkait Perilaku Konsumen. Menurut Beliau, Perilaku Konsumen adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk, dan jasa setelah melakukan kegiatan mengevaluasi.
Ada beberapa perspektif riset dalam Perilaku Konsumen (atau yang dikenal dengan Model Keputusan Konsumen), antara lain :
  • Perspektif Pengambilan Keputusan, Konsumen memiliki masalah dan melakukan proses pengambilan keputusan rasional untuk memecahkan masalah tsb
  • Perspektif Eksperiensial (Pengalaman), Konsumen sering mengambil keputusan membeli produk tidak berdasarkan proses keputusan rasional namun untuk alasan kegembiraan atau emosi yang diinginkan.
  • Perspektif Pengaruh Behavioral, Konsumen membeli produk bukan karena alasan rasional atau emosional melainkan karena dipengaruhi faktor luar seperti pemasaran, budaya, lingkungan, dan ekonomi.
Terdapat 2 jenis konsumen, yaitu konsumen individu dan konsumen organisasi. Konsumenindividu adalah kegiatan membeli barang dan jasa digunakan untuk diri sendiri, anggota keluarga lain, atau untuk hadiah. Konsumen organisasi adalah kegiatan membeli produk peralatan dan jasa-jasa lainnya untuk menjalankan kegiatan organisasi.
Ada beberapa dimensi yang terkait dengan Perilaku Konsumen, antara lain :
  1. Bagaimana ia mendapatkannya? Yakni dengan menemukan, menerima, memproduksi, membeli, memperoleh warisan
  2. Bagaimana ia mengkonsumsinya? Yakni dengan memakan, meminum, memakai, dan lain-lain.
  3. Bagaimana ia menghilangkan sisa konsumsi atau bagian yang tidak dikonsumsinya?Yakni dengan memberikan, membuang, mendaur ulang, menjual kembali.
Beliau juga menjelaskan bagaimana Perilaku Konsumen di dunia, antara lain Disiplin perilaku konsumen berkembang karena ada kesamaan dan perbedaan perilaku, Konsumen di berbagai negara memakai pakaian dan aksesoris yang sama, Globalisasi ekonomi dan perdagangan serta akses internet yang meluas menyebabkan semakin seragam perilaku konsumen di berbagai negara, Globalisasi menyebabkan batas budaya dan geografi semakin berkurang, Pemasaran yang agresif dari perusahaan multinasional mendorong konsumen dengan mudah mendapatkan barang dari berbagai belahan dunia.
Apa sajakah yang dipelajari di perilaku konsumen? Studi perilaku konsumen meliputipembelajaran apa yang dibeli konsumen, mengapa konsumen membeli suatu barang, kapankah konsumen membeli, dimana konsumen biasa membeli, berapa sering konsumen membeli.  Prof USA mengatakan bahwa ilmu perilaku konsumen ini bersifat universal karena bisa dipelajari oleh pihak manapun. Adapun beberapa pihak penting  yang harus mempelajari perilaku konsumen yaitu:
  1. Pemasar, merupakan produsen yang mengerti perilaku konsumen akan mampu memperkirakan bagaimana kecenderungan konsumen untuk bereaksi terhadap informasi yang diterimanya, sehingga pemasaran yang sesuai.
  2. Pegiat Pendidikan dan Perlindungan Konsumen, membantu konsumen memilih produk dan jasa dengan benar, terhindar dari penipuan, serta menjadi konsumen yang bijaksana.
  3. Pemerintah dan Anggota Legislatif, berkewajiban mempengaruhi pilihan konsumen agar konsumen dapat menjadi pengambil keputusan yang bijak dan dapat meningkatkan kesejahterahannya. DPR membuat undang-undang dan pemerintah membuat kebijakan dan berbagai peraturan untuk melindungi kepentingan konsumen.
Mempelajari perilaku konsumen memiliki beberapa manfaat diantaranya adalah :
  1. Membantu para pemimpin perusahaan untuk memahami konsumen sehingga dapat mengambil keputusan dengan lebih baik.
  2. Memberikan pengetahuan dan teori-teori konsumen kepada para peneliti sehingga dapat menganalisis perilaku konsumen dengan baik.
  3. Membantu anggota DPR di pusat atau daerah agar dapat merancang hukum, peraturan, dan undang -undang yang melindungi kepentingan konsumen.
  4. Membantu konsumen agar dapat membuat keputusan konsumen dengan bijak.
  5. Menigkatkan pemahaman mengenai berbagai faktor (faktor psikologi, sosial, ekonomi,           demografi, budaya, dan lingkungan) yang mempengaruhi perilaku manusia sebagai konsumen.
  6. Analisis konsumen menjadi landasan manajemen pemasaran (mendesain bauran pemasaran, membuat segmentasi pasar, posisi dan diferensiasi produk, melakukan analisis lingkungan, mengembangkan riset pasar).
  7. Perilaku konsumen memegang peran yang penting dalam pengembangan kebijakan publik.
Di akhir pertemuan, diadakan pembagian kelompok tugas dan pemberian beberapa pertanyaan terkait apa yang sudah dipelajari pada pertemuan pertama ini

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak
No Spamming, No direct link
Komentar Usahakan menggunakan kata-kata yang baik dan tidak mengandung SARA.